Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain (Lukas 16:13)
Ungkapan di atas biasanya digunakan oleh kaum negro. Maksudnya MORE MONEY atau lebih banyak lagi uang. Uang adalah temuan manusia yang justru bisa menguasai manusia itu sendiri dan menjauhkannya dari Sang Pencipta. George Buttrick pernah mengatakan "Dari semua perkara yang dapat dipilih oleh jiwa, akhirnya hanya ada dua pilihan-Allah dan uang. Semua pilihan, betapa pun kecil, betapapun tersembunyi alternatifnya, hanyalah varian dari pilihan ini."
Bagi kita, tentu uang itu penting. Namun di sisi lain, semakin banyak juga orang terjerumus dalam perangkap uang. Saya jadi ingat kata-kata manajer saya di tempat kerja saya yang dulu. Uang bukanlah ukuran kenikmatan kerja. Saya setuju sekali akan hal ini, karena saat kita berusaha mendapat banyak uang, justru kebebasan kita semakin terrenggut olehnya.
Robert Kiyosaki dalam buku-bukunya menawarkan cara lain, yaitu membuat agar uang bekerja bagi kita. Apakah ini hal yang mungkin terjadi? Mungkin... namun tidak sedramatis itu. Kuncinya adalah ide. Ide untuk membuat uang seolah-olah bekerja bagi kita, namun sebenarnya adalah kepintaran kita memaksimalkan diri kita sehingga seolah-olah uang itu memang bekerja untuk kita. Akal manusia yang diberikan Tuhan semesta alam bagi kita yang memungkinkan semuanya.
Tuhan Yesus mengingatkan kita bagaimana memandang uang. Namun bukannya kita disuruh memilih Allah atau uang, tetapi bagaimana cara kita supaya tidak diperbudak oleh uang. Karena sekalipun uang kita letakkan pada prioritas terakhir, ia tetap dapat menjadikan kita hambanya.
Di saat kehidupan keuangan kita semakin sulit – apalagi pasca kenaikan BBM yang betul-betul mencekik - saya sangat yakin Tuhan bekerja dalam diri setiap kita untuk memampukan kita menghadapi pergumulan ini. Apakah itu memampukan kita mendapatkan ide untuk mengatur keuangan kita dengan lebih baik, atau memampukan kita untuk menghasilkan uang lebih banyak melalui ide-ide yang didapat dari aset kita yang paling berharga, otak kita. Allah mengerti dan Allah pasti peduli akan setiap kesulitan kita.
Jadi, marilah kita memandang uang dengan benar sehingga pandangan itu pula yang akan menunjukkan apa yang kita anggap paling penting di dunia ini.
Ungkapan di atas biasanya digunakan oleh kaum negro. Maksudnya MORE MONEY atau lebih banyak lagi uang. Uang adalah temuan manusia yang justru bisa menguasai manusia itu sendiri dan menjauhkannya dari Sang Pencipta. George Buttrick pernah mengatakan "Dari semua perkara yang dapat dipilih oleh jiwa, akhirnya hanya ada dua pilihan-Allah dan uang. Semua pilihan, betapa pun kecil, betapapun tersembunyi alternatifnya, hanyalah varian dari pilihan ini."
Bagi kita, tentu uang itu penting. Namun di sisi lain, semakin banyak juga orang terjerumus dalam perangkap uang. Saya jadi ingat kata-kata manajer saya di tempat kerja saya yang dulu. Uang bukanlah ukuran kenikmatan kerja. Saya setuju sekali akan hal ini, karena saat kita berusaha mendapat banyak uang, justru kebebasan kita semakin terrenggut olehnya.
Robert Kiyosaki dalam buku-bukunya menawarkan cara lain, yaitu membuat agar uang bekerja bagi kita. Apakah ini hal yang mungkin terjadi? Mungkin... namun tidak sedramatis itu. Kuncinya adalah ide. Ide untuk membuat uang seolah-olah bekerja bagi kita, namun sebenarnya adalah kepintaran kita memaksimalkan diri kita sehingga seolah-olah uang itu memang bekerja untuk kita. Akal manusia yang diberikan Tuhan semesta alam bagi kita yang memungkinkan semuanya.
Tuhan Yesus mengingatkan kita bagaimana memandang uang. Namun bukannya kita disuruh memilih Allah atau uang, tetapi bagaimana cara kita supaya tidak diperbudak oleh uang. Karena sekalipun uang kita letakkan pada prioritas terakhir, ia tetap dapat menjadikan kita hambanya.
Di saat kehidupan keuangan kita semakin sulit – apalagi pasca kenaikan BBM yang betul-betul mencekik - saya sangat yakin Tuhan bekerja dalam diri setiap kita untuk memampukan kita menghadapi pergumulan ini. Apakah itu memampukan kita mendapatkan ide untuk mengatur keuangan kita dengan lebih baik, atau memampukan kita untuk menghasilkan uang lebih banyak melalui ide-ide yang didapat dari aset kita yang paling berharga, otak kita. Allah mengerti dan Allah pasti peduli akan setiap kesulitan kita.
Jadi, marilah kita memandang uang dengan benar sehingga pandangan itu pula yang akan menunjukkan apa yang kita anggap paling penting di dunia ini.
1 comment:
err.. jd inget ilustrasi kotbah td siang di grj ko..
judulnya club 99's.
di sebuah kerajaan, ada seorang pegawai kerajaan yg kalo kerja berseri-seri and loved to sing.. sampe si Raja yg satu hari melihat hal itu bertanya-tanya ada apa. trus raja itu nanya, "hei! knp tiap hari kamu bekerja dgn begitu riang?"
si pegawai itu blg, "ya raja! saya senang bekerja sebagai pegawai, menjadi org sederhana. rumahku jg tidak besar. aku punya keluarga yg sederhana jg dan mengasihiku. oh, hidupku begitu sempurna!"
lalu si raja pun ngobrol sama penasihatnya.
lalu si penasihatnya itu bilang, "nampaknya pegawai itu blom masuk ke club 99's. mari kita tes dia!"
trus, si penasihat itu taruh sebuah bungkusan berisi 99 koin emas di dpn rumah pegawai itu.
begitu si pegawai pulang, dia liat bungkusan itu.
kemudian dia kaget! wow!! koin emas!!
terus si pegawai itu hitung dgn hati2: 95, 96, 97, 998, 99..
ah! gue salah itung!!
dia itung berkali2 dan didapatinya hanya ada 99 koin.
well, dia liat sekitar rumah.. dia jual barang2 yg dia bisa jual untuk dptin 1 lg koin biar genap. tp belom berhasil..
akirnya dia jd kerja keras di kerajaan. dan dia lupa lg fokusnya awalnya untuk bekerja. nyanyiannya ga ada lg, senyumannya ga ada lg. skrg yg ada hanya alis yg berkerut dan wajahnya tidak ada lagi sukacita..
well, kata penasihatnya, "welcome to club 99's!"
^^
Post a Comment